• Blogger widget
  • Nice work
  • Aditya Subawa
Recent Posts
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Nabi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Desember 2012

Kekuatan Memaafkan

memaafkanSeorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia  pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu. Dengan semangat meluap-luap  ia mencari majlis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat gelagat buruk pada penampilannya menghadang.


View Details

Jumat, 30 November 2012

Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy

Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang  laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:


View Details

Jumat, 16 November 2012

Hijrah: Solusi Hidup SuksesBahagia

Waktu. Satu kata sederhana yang penuh dengan misteri. Waktu tidak dapat ditaklukkan manusia, kecuali hanya sekedar disiasati. Ya, kita tidak bisa “menghentikan“ waktu. Ia terus bergulir dan berjalan, menjauh sekaligus mendekati titik akhir kehidupan kita.

“Tak terasa ya, sudah tahun baru Hijriyah lagi?“ kalimat ini terdengar ketika baru saja kita memasuki tahun baru Hijriyah (tahun qamariyah), sehari kemarin. Seakan  ada ketidaksadaran diri. Akhirnya, implementasi dari “kekagetan“ itu, ada sebagian ummat muslim memperingati tahun baru Hijriyah, dengan berbagai-macam acara dan kegiatan. Ada yang menyelenggarakan pengajian (tabligh) akbar, pawai ta’aruf, dan lain-lain.


View Details

Kamis, 25 Oktober 2012

Belajar Kepada Ibrahim

Andaikata Ismail kecil waktu itu menolak untuk “dikorbankan” oleh Ibrahim, tentu syariat ibadah haji tidak seperti sekarang ini, tidak ada prosesi pemotongan hewan kurban.

“Beh, masa sih babeh menyembelih ane anakmu yang diidam-idamkan? Cobalah bilang sama Allah, untuk diganti dengan yang lain.“

Ah, andaikan kalimat di atas yang Ismail ucapkan ketika Ibrahim menyampaikan isi mimpinya, selain tidak akan ada syariat “berkurban“, tentu Ibrahim juga murka. Tapi ternyata (selain sudah skenario dari Allah), Ismail menunjukkan ahlak yang luar biasa. Sebagaimana diabadikan dalam alquran:


View Details

Rabu, 15 Agustus 2012

Sidang Itsbat: “Ternyata Pemerintah Salah”

Negara kita memang belum bisa disebut dengan Negara Islam. Tapi setidaknya ini jauh lebih baik ketimbang kita tidak punya Negara. Iya kan? Belum lagi ditambah dengan kebijakan pemerintah yang jelas-jelas sudah banyak memberikan manfaatnya buat Islam. Pesantren tumbuh di mana-mana, kebebasan untuk menjalankan ritual ibadah agama Islam juga dilindungi oleh Negara, partai-partai Islam diberi ruang yang besar untuk tumbuh dan berjuang, ormas-ormas Islam juga sangat dihargai, jilbab sudah menjamur di mana-mana, dan sederet kebaikan lainnya yang sudah Negara ini berikan kepada Islam.


View Details

Selasa, 07 Agustus 2012

Al-Quran turun pada malam Lailatul Qadr bukan Malam ‘Nuzulul Quran’ 17 Ramadhan


Ketika memasuki malam yang ke 17 di bulan Ramadhan sebagian kaum muslimin dan masjid-masjid mulai diadakan peringatan turunnya al-Quran pertama kali yang disebut malam peringatan Nuzulul Quran. Hal ini juga ‘terkesan’ dikuatkan dengan catatan kaki dalam “al-Quran dan Terjemahnya” surat adh-Dhukhan ayat 3.


إِنَّآ أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ


“Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”


Malam yang diberkahi ialah malam Al Quran pertama kali diturunkan.di Indonesia umumnya dianggap jatuh pada tanggal 17 Ramadhan.


View Details

Kamis, 02 Agustus 2012

Bulan untuk "Membaca"


Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia kali ini bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Maka, menarik untuk dipelajari bersama, apa hikmah dari semua ini. Kita semua faham, bulan Ramadhan adalah bulan yang paling istimewa, bulan yang sarat dengan keberkahan dan cinta-kasih dari-Nya. Dan, yang paling penting lagi, selain bulan diwajibkannya ibadah puasa, Ramadhan adalah bulan ketika Al-Quran sebagai pedoman hidup, diwahyukan pertama kali kepada Rasul Muhammad SAW.

Firman Allah SWT:

“bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)“

(Q.S. Al-Baqarah [2] : 185)
Al-Quran, yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdullah (belum menjadi Nabi), adalah sebuah jawaban atas kegelisahan jiwa Muhammad pada waktu itu. Ya, beliau gelisah melihat “alam” Quraisy yang penuh dengan ke-jahiliyah-an. Itulah mengapa beliau mengasingkan diri untuk “bertahannuts” di Gua Hira sampai kemudian Jibril datang menghampiri sebagai pembawa wahyu Illahi.
Ayat yang pertama turun adalah perintah untuk MEMBACA. Membaca apa ? Membaca ciptaan-Nya dan kehidupan ummat manusia (Quraisy) yang jauh dari Nur Illahi. Karena dengan membaca akan terungkaplah setiap permasalahan, sehingga tahu apa yang harus dilakukan. Dengan membaca akan terbukalah pikiran, dari pikiran gelap (baca: negative) ke pikiran terang (baca: positive), bahasa kerennya minadzdzulumaati illa nuur.
Al-Quran turun sebagai PEMBEBAS manusia dari kejahiliyahan menuju manusia Rabbani. Didalamnya berisi pedoman, petunjuk, dan pembimbing hidup manusia hingga akhir zaman. Didalamnya berisi “resep” kehidupan bagi manusia-manusia yang “sakit” jiwanya. Bertepatan dengan hal itu, disaat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ini, maka,
Layaknya seluruh rakyat Indonesia-pun MEMBACA keadaannya sekarang. Ah, tidak perlu membaca masalah-masalah yang terjadi di tataran pemerintahan, awalilah dengan membaca diri sendiri. Sudahkah ada “pergeseran” paradigm dalam diri kita ? Ya, dari paradigm negative ke positive. Sebab, jika kita sebagai warga masih memiliki paradigm negative tentang bangsa dan negaranya, yang artinya kita sendiri “pesimis” dengan masa depan Indonesia dikarenakan “teracuni” oleh kondisi saat ini, berarti kita tidak punya harapan yang gemilang, berarti kita sama saja dengan “menghancurkan” bangsa sendiri. Oleh karena itu,
Siapkan diri kita (terutama yang muda-muda) untuk menjadi seorang pemimpin masa depan. Dan semua itu harus diawali dengan kemauan kita untuk membaca diri, membaca pikiran dan mengubahnya dari negative ke positive, yang pada gilirannya kita akan mengetahui akar permasalahan bangsa ini dan menemukan “obat penawar” yang mujarab tepat disaat kita menjadi pemimpin nanti. Hm,
Jadilah kita sosok Muhammad masa kini.Yang mampu mengubah dunia, dan khususnya bangsa Indonesia keluar dari ke-jahiliyah-an. Dan untuk bisa melakukan hal itu,
Jadikan Ramadhan ini sebagai moment lahirnya kesadaran diri untuk kembali kepada Al-Quran. Ya, kembali ke Al-Quran ! Dengan membacanya, mentadabburinya, dan mengamalkannya. Bulan Ramadhan tidaklah sekedar bulan diwajibkannya puasa, tapi Ramadhan juga adalah bulan diturunkannya PEDOMAN HIDUP MANUSIA hingga akhir zaman.



Salam SuksesBahagia !!!


Imam Nugroho
Mindsetter SuksesBahagia

View Details
 

Labels

Popular Posts