• Blogger widget
  • Nice work
  • Aditya Subawa
Recent Posts

Jumat, 18 November 2011

Proposal Hidup & Integritas

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=anHSgNQy3EY&w=560&h=315]

View Details

Layang-Layang


Anda tentu tahu mainan layang-layang, bukan ? Waktu kecil dulu, layang-layang adalah salah satu mainan favorit saya. Hampir setiap pulang sekolah, kala musim kemarau tiba, saya segera pergi ke tanah lapang, untuk memainkannya. Hm, jadi teringat masa kecil dulu ….
Mainan layang-layang selalu dibuat dari selembar kertas/plastik berkerangka tali atau benang sebagai pengendali. Dalam setiap permainan layang-layang, besar ataupun kecil, dengan berbagai model dan warna yang berbeda, tapi tetap mempunyai tujuan yang sama. Terbang ke angkasa, menggapai langit biru dan melayang-layang mewarnai angkasa.
Sahabat SuksesBahagia,
Ternyata layang-layang memiliki makna yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Setiap layang-layang yang terbang, mempunyai karakter masing-masing. Demikian pula dengan manusia, selalu punya karakter, warna, bentuk dan ukuran yang tersendiri. Sehingga siapapun yang menyatakan diri sebagai ”manusia”, dari manapun asalnya, ia tetap mempunyai tujuan yang sama, MENGINGINKAN HIDUP BAHAGIA, seperti halnya layang-layang yang ingin terbang tinggi ke angkasa merengkuh kebahagiaannya.
Layang-layang, dari yang bentuknya sederhana sampai yang rumit sekalipun, untuk bisa terbang tinggi menjulang menghiasi angkasa, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu keseimbangan. Seimbang antara kiri dan kanan, antara kerangka dan sampulnya, antara kekuatan benang dengan ukuran dirinya. Dan tak terkecuali keseimbangan angin yang menghembuskan semilirnya.
Demikian halnya dengan seorang manusia yang ingin terbang dengan baik dan sempurna, ia harus mampu menyeimbangkan diri dalam menapaki kehidupannya. Kesimbangan antara jiwa dan raga, jasmani dan rohani, dunia dan akhirat.
Tapi, untuk mencapai keseimbangan itu, layang-layang menempuh jalan yang bertahap dan berliku. Kerangkanya mesti diraut dan ditimbang, lalu dipotong jika ukurannya tidak sama. Demikian juga dengan kertas yang mesti ditempel halus, agar layang-layang tidak merasa keberatan badannya. Proses ini tentu membutuhkan kesabaran, keuletan, ketekunan dan ketelitian untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sempurna.
Kerangka layang-layang yang diraut dan ditimbang sedemikian rupa itu memberikan isyarat kepada kita agar kita tak menyepelekan hal-hal yang kelihatan sepele. Padahal kesepelean itu, sebenarnya sangat mempengaruhi hasil akhir dalam hidup kita. Karenanya, dalam tubuh kita, jiwa dan raga perlu diperkokoh, agar ketika kita mendapat angin cobaan yang datang menghantam, kita tak mudah patah ataupun turun menghujam jatuh ketanah ataupun putus kendali hingga tebal.
Keakuratan dan kejelian itu, juga perlu kita perhatikan agar kita tidak menjadi layang-layang yang asal. Agar layang-layang yang buruk akan singit, berputar, miring, terbang tak karuan dan menghatam bumi dengan tidak baik. Karenanya kesabaranpun menjadi mutlak guna mendapatkan hasil sempurna. “Sungguh akan dibayar pahala orang-orang yang sabar dengan tanpa batas hitungan.” (Az-Zumar:10)
Sedangkan sampul layang-layang menunjukan bahwa kita harus bisa memakai sampul untuk menunjukan identitas diri kita ditengah masyarakat. Baik itu pakaian, perilaku, akhlak dan semua kerangka hubungan sosial dimasyarakat lainnya. Tunjukan sampul yang baik, indah, sedap dipandang mata, hingga orang lain yang melihat tidak takut dan justru menjauh.
Dan ketika layang-layang telah terbang menuju angkasa, tali yang kuat dan kokoh akan mendukung layang-layang sebagai kendali. Seorang manusia, ketika mulai berkibar dan berikrar harus bisa menggunakan tali yang kuat dan baik, yang membuatnya terkontrol, tidak cepat putus asa, yang akan membuatnya bisa menggapai langit. Tidak seperti layang-layang putus yang tak tentu arah dan jatuh ditempat yang asing karena kendali yang putus.
           

Salam SuksesBahagia !!!


KAMAL, Imam
Mindsetter SuksesBahagia

View Details

Rabu, 16 November 2011

Kebaikan Selalu Meliputi Kita


Tadi pagi sarapan nasi goreng di tambah tempe mendoan (nyambung g ya ??) yang dibuat special oleh istri tercinta (hum,,,). Enak !!!
Suap demi suap saya nikmati kelezatannya penuh kesabaran. Ya, ternyata dengan sabar, saya bisa merasakan nikmat makan. Setiap kunyahan mengandung nikmat tak terbalaskan yang Tuhan berikan kepada saya (dan juga Anda). Saya bersyukur masih memiliki gigi lengkap, lidah yang tidak sariawan, bibir yang tidak pecah-pecah, dan lain sebagainya, hingga makanan itu terasa nikmat sampai di lambung. Allahu Akbar !!!
Terlepas dari nikmatnya makan, ada sisi lain yang membuat saya tertegun. Ya, tertegun karena ternyata saya setiap pagi (hanya dari sarapan sederhana) telah diberikan kebaikan begitu banyak, baik dari Tuhan maupun dari manusia.
Mari kita lihat. Nasi, yang berasal dari beras, yang juga berasal dari padi, yang ditanam di sawah oleh petani, yang selalu di pupuk, bukankah itu kebaikan-kebaikan yang saya terima ? Saya tidak harus menanam padi sendiri, memberi pupuk sendiri, menggilingnya hingga menjadi beras, bahkan masaknyapun istri saya yang memasaknya. Sungguh, kebaikan selalu meliputi saya setiap saat.
Tempe mendoan, yang dibuatkan istri saya, yang terbuat dari tempe, yang berasal dari kedelai yang ditanam oleh petani, mendapat pupuk, baik itu pupuk organic atau yang lainnya, juga merupakan rantai kebaikan yang tak ternilai harganya.
Maka, masih pantaskah saya mengeluh kalau tidak ada orang yang berbuat baik kepada saya ? Hanya karena ketika ada orang yang di sapa tapi tidak merespon ? Hanya karena orang selalu memandang saya salah dan keliru ?
Padahal, kebaikan selalu menyelimuti saya (dan juga Anda). Lihatlah kembali, hanya dari nasi goreng dan tempe mendoan, saya menerima begitu banyak kebaikan dari tangan-tangan manusia yang menyebabkan terjadinya nasi goreng dan tempe mendoan. Lantas, bagaimana dengan pakaian yang selalu saya kenakan ? Sepatu ? Kendaraan yang digunakan ke kantor ? Berapa banyak kebaikan yang telah ditimbulkan dari tangan-tangan manusia, yang saya terima ? Sungguh tak terhitung kebaikan-kebaikan itu !!!
Sahabat SuksesBahagia,
Jangan pernah menganggap tidak ada tangan-tangan kebaikan bagi kita. Jangan pernah menganggap tidak ada orang yang berbuat dan memperlakukan kita dengan baik. Kebaikan begitu banyak kita dapatkan dari orang lain, siapapun itu. Maka seyogyanya kita pun terus melakukan kebaikan-kebaikan kepada siapa saja yang kita temui. Niscaya kebaikanpun selalu kita rasakan. Memberi atau melakukan kebaikan itu menyehatkan jiwa dan spiritualitas kita. Dan pada saatnya, kita akan mencapai puncak Kemuliaan dihadapan-Nya. Amiin….

Salam SuksesBahagia !!!

KAMAL, Imam
Mindsetter SuksesBahagia

View Details

Kunci Bahagia Itu Ternyata …..


“ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”
(Q.S. Al-Baqarah [2] : 214)

Glekkk,, setiap saya membaca ayat ini, muncul optimisme dalam menjalani kehidupan ini, kehidupan yang SuksesBahagia. Mengapa ? Karena ayat ini memberikan “jaminan” bahwa ketika ada cobaan hidup, malapetaka, kesengsaraan, dan beberapa masalah hidup lainnya, itu adalah persyarat kalau “surga” (kebahagiaan) akan kita raih.
Hm,, ternyata, masalah-cobaan hidup itu adalah “kunci” untuk hidup bahagia, sukses di akhirat. Dengan catatan, kita menyikapi masalah-cobaan hidup itu melalui pilihan pikiran dan perasaan positif. Artinya, sudah saatnya kita berprasangka baik kepada Allah.
Wow, inilah yang luput dari saya. Kadang, ketika ada masalah-cobaan hidup, klik, pikiran langsung tertuju pada tombol “Kok, Tuhan tidak adil ya?”,”Kok hidupku selalu menderita ya?”, dan lain sebagainya. Padahal, tombol-tombol tersebut itulah yang menjadikan kita seperti itu adanya. Tidak ada maksud Tuhan untuk membuat kita hidup seperti itu. Lha wong kita ini adalah “wakil-Nya” di bumi ini.
Sahabat SuksesBahagia,
Mari kita aktifkan “kunci” kebahagiaan, kita gunakan “kunci” dengan sebaik-baiknya. Satukan hati dan pikiran positif kita, agar muncul selalu prasangka baik kepada-Nya. Caranya? Temukan hikmah dari setiap masalah-cobaan hidup! Pasti ada hikmah disetiap kejadian.


Salam SuksesBahagia,


KAMAL, Imam
Mindsetter SuksesBahagia

View Details

Selasa, 15 November 2011

Hilangkan Prasangka


Ketika Anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka-prasangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan. Ia memberikan jawaban sebelum Anda mengetahui pertanyaannya. Dan, seburuk-buruknya jawaban adalah bila Anda tidak paham dengan masalahnya.
Biarkan fakta yang tampak di hadapan, Anda terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret Anda ke ujung jalan yang lain. Mungkin Anda merasa aman dengan prasangka Anda, namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila Anda telah mamppu melepaskan prasangka, Anda menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalag dan jalan yang lebih lebar.
Bila Anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata Anda, bukan kacamatanya. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada di ballik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata Anda. Demikian halnya dengan diri Anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati Anda melalui mata.
Prasangka adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati, sehingga Anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana Anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan Anda untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi.
Alloh SWT berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

(Q.S. Al-Hujurat [49] : 12)

Sahabat, mulai saat ini, marilah kita belajar untuk memiliki berprasangka baik kepada Alloh SWT dan segala yang diberikan-Nya kepada kita.


Salam SuksesBahagia !!!



KAMAL, Imam
Mindseter SuksesBahagia

View Details

Pupuk Kehidupan


Anda pernah melihat pohon yang tumbuh subur-rindang sehingga sangat nyaman jika dijadikan tempat berteduh? Ya, saya juga pernah melihatnya, bahkan selalu mencarinya untuk berteduh disaat panas terik di siang hari.

Pernahkah Anda berfikir bagaimana pohon itu terus tumbuh ? Apakah tumbuh secara tiba-tiba ? Tanpa air, tanpa pupuk ? Tentu tidak bukan ?

Pohon memerlukan air untuk proses pertumbuhannya. Pohon juga memerlukan pupuk sebagai makanannya. Pupuk yang didapatkannya berasal dari kotoran hewan atau sampah-sampah organik lainnya yang telah tersedia di alam. Jadi, pohon memanfaatkan kotoran-kotoran dan sampah sebagai zat pertumbuhan, sehingga tumbuh subur-rindang, dan dijadikan manusia sebagai tempat berteduh kala panas terik matahari.

Sahabat SuksesBahagia,

Belajarlah pada pohon. Pohon mampu mengolah kotoran dan sampah menjadi sesuatu yang berguna bagi pertumbuhannya.

Begitulah seharusnya kita. Sungguh, cacian dan makian yang kita terima, prasangka buruk yang kita terima dari orang lain, cemoohan yang kita terima, kebencian dan kemarahan yang kita dapatkan dari orang lain, serta ditolaknya permohonan maaf kita, adalah kotoran-kotoran dan sampah kehidupan yang senantiasa berserakan disekitar kita.

Jadikanlah semua itu pupuk kehidupan kita !!! Olah dalam keikhlasan hati dan pikiran yang positif. Sehingga pada akhirnya akan menjadikan kita terus tumbuh dalam kedewasaan dan keteduhan jiwa, lalu akan dicari oleh orang-orang sebagai tempat “berteduh.”

Dan, manusia yang dicari oleh manusia lain sebagai tempat untuk “berteduh” adalah manusia yang bermanfaat. Manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain, itulah sebaik-baiknya manusia.




Salam SuksesBahagia !!!

KAMAL, Imam
Mindsetter SuksesBahagia

View Details
 

Labels

Popular Posts