• Blogger widget
  • Nice work
  • Aditya Subawa
Recent Posts
Tampilkan postingan dengan label Kesadaran Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesadaran Diri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Kuatkan Sinyal Ruhiyah Kita



Dua hari kemarin, jaringan internet di kantor saya off line. Tentu hal ini cukup banyak menghambat kerja, karena salah satu sarana komunikasi dan koordinasi di kantor adalah melalui surat elektronik (e-mail). Tidak hanya saya ternyata, yang terhambat kerjanya, hampir semua bagian mengalami hal yang sama. Ya, off line nya jaringan internet hampir bisa dikatakan membuat kerja juga “off”, tidak bisa berbuat banyak.

Kejadian lain yang sering saya alami adalah sinyal hand-phone yang lemah (sering menghilang). Padalah saya juga memerlukan hand-phone untuk browshing informasi dan berita. Terutama ketika musim hujan, hampir tidak ada sinyal yang mampir di hand-phone saya. Hm, tersiksanya saya, ketika sedang menelephon orang tua, tiba-tiba menghilang dan terputus.


View Details

Sabtu, 16 Maret 2013

Pikiran Yang Membelenggu

Hampir seluruh persoalan hidup bermula dari ketidakmauan kita menerima hidup ini apa adanya. Kita tak mampu berkompromi pada kenyataan. Kita tak sudi melepaskan kacamata paradigma dan melihat realitas secara sederhana. Kita lebih suka bermain-main dengan persepsi. Kita lebih senang berlindung membenarkan pikiran diri sendiri.

Padahal itu adalah bentuk lain dari belenggu sehari-hari. Mari, sejenak kita pejamkan mata. Menemukan kesejukan pikiran. Menggali ketentraman perasaan.

View Details

Sabtu, 09 Maret 2013

Mengendalikan Emosi



Emosi dan perasaan akan bergolak dikarenakan dua hal; kegembiraan yang memuncak dan musibah yang berat. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya aku melarang dua macam ucapan yang bodoh lagi tercela: keluhan tatkala mendapat nikmat dan umpatan tatkala mendapat musibah."

Dan, Allah berfirman:

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dan kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.

(QS. Al-Hadid: 23)


View Details

Sabtu, 23 Februari 2013

Kisah Seorang Putri Sholihah yang Menakjubkan

indexAda sebuah kisah yang sangat mengharukan sekaligus mampu meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Saya dapatkan kisah ini dari www.firanda.com. Semoga bermanfaat.

Kisah seorang wanita yang bernama 'Abiir yang sedang dilanda penyakit kanker. Ia mengirimkan sebuah surat berisi kisahnya ke acara keluarga mingguan "Buyuut Muthma'innah" (rumah idaman) di Radio Qur'an Arab Saudi, lalu menuturkan kisahnya yang membuat para pendengar tidak kuasa  menahan air mata mereka. Kisah yang sangat menyedihkan ini dibacakan di salah satu hari dari  sepuluh terakhir di bulan Ramadhan lalu (tahun 2011). Berikut ini kisahnya –sebagaimana dituturkan kembali oleh sang pembawa acara DR Adil Alu Abdul Jabbaar- :


View Details

Jumat, 22 Februari 2013

Menyikapi Kemungkaran

quranAkhir-akhir ini, begitu banyak kasus kriminal terjadi disekeliling kita. Hanya karena dendam, orang tega membunuh anak dari orang yang ia dendami. Menculik anak orang, minta tebusan, lalu dibunuhlah anak culikannya itu. Begitu pula begitu teganya seorang ayah, memperkosa anak kandungnya sendiri, yang masih di bawah umur, hingga hamil. Ada apa dengan semua ini?

Sementara itu, sang penguasa, sibuk mengurus “dapur-nya” sendiri. Seakan hal itu lebih penting dan mendesak dari pada merosotnya ahlak dan moral bangsa ini. Ya, merosotnya “elektabilitas” lebih berbahaya baginya, daripada merosotnya ahlak di tengah ummat. Ada apa dengan negeri ini?


View Details

Rabu, 20 Februari 2013

Rasa Sebuah Ketulusan

ikhlas 2Seorang teman karib menghampiri meja kerja Anda, dan memungut sebatang pensil yang patah. Pintanya, "Boleh aku pinjam ini?" Anda yang sibuk hanya menengok sekelebat dan berkata. "Ambil saja." Setelah itu Anda lupa akan kejadian itu selamanya. Padahal bagi teman Anda, pensil patah itu amat berharga demi pengerjaan tugasnya.

Tahukah Anda bagaimana "rasa" sebuah ketulusan? Setiap dari kita pasti pernah memberikan sesuatu dengan setulus murni. Namun, tidak banyak yang mampu memahaminya. Karena ketulusan bukanlah rasa. Apalagi untuk dirasa-rasakan.


View Details

Senin, 18 Februari 2013

Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Jadi Bukit

imagesPepatah ini sederhana saja, "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit." Kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan sesen demi sesen, pada saatnya kita akan dapatkan sepundi. Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan menabung.

Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung keping uang, yaitu: bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.


View Details
 

Labels

Popular Posts